Apakah Kucing Bisa Merasa Kedinginan? Ini Penjelasannya 

Apakah Kucing Bisa Merasa Kedinginan? Ini Penjelasannya 

Metroterkini.com – Ketika musim dingin dan musim hujan tiba, tidak jarang orang-orang akan merasa kedinginan. Bahkan yang menyukai suhu dingin sekali pun. Jika kamu memelihara kucing, mungkin kamu sempat merasa iri karena mereka memiliki bulu yang tebal sehingga kecil kemungkinannya untuk mereka merasa kedinginan. 

Sementara kucing peliharaan berlarian ke sana kemari tanpa merasa dingin, kamu justru meringkuk kedinginan di balik selimut hangat. Dokter hewan bernama Michael Arpino mengatakan, sebagian besar kucing dapat mengatasi temperatur dingin dengan baik, melansir Daily Paws, Selasa (25/1/2022). 

"Kucing yang sudah terbiasa menghabiskan waktunya di luar sudah tahu kapan waktunya untuk kembali ke dalam,” ujar pria yang bekerja di Veterinary Wellness Center of Boerum Hill, Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS) ini. 

Arpino menegaskan, jangan biarkan kucing peliharaanmu berada di luar rumah saat malam tiba di tengah musim dingin atau musim hujan. Terlebih lagi jika area luar rumah tidak memiliki tempat bagi kucing peliharaan untuk berlindung dari lingkungan dan predator. 

"Kucing rumahan terkadang bisa kedinginan juga. Untuk membantu mencegah hal ini adalah dengan memiliki tempat yang nyaman bagi mereka untuk meringkuk dengan selimut,” jelas Zay Satchu, seorang dokter hewan di Bond Vet, New York City, AS. 

Jika tidak ada tempat berselimut yang nyaman, letakkan tempat tidur kucing yang terinsulasi agar sahabat bulu tetap hangat. Lihat Foto Untuk membuat kucing tenang dan tidur, jangan pernah memberikan obat-obatan penenang manusia. Efeknya justru bisa sebaliknya, membuat kucing gelisah.

Satchu melanjutkan, ada tanda-tanda kucing kedinginan yang dapat terlihat. Mereka akan menggigil, duduk dengan posisi meringkuk, dan/atau mencari tempat yang hangat. 

Apabila dibiarkan dalam suhu yang terlalu dingin, kucing rumahan atau kucing lainnya dapat mengalami hipotermia. Gejala hipotermia sedang hingga berat meliputi sebagai berikut, menurut Pet MD: 

  • Kebingungan
  • Pupil yang melebar (berdilatasi)
  • Sulit bernapas
  • Otot kaku
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung yang lambat
  • Koma, untuk kasus yang paling parah

Arpino menjelaskan, sebagai aturan umum, apa pun yang berada di bawah 7 derajat celsius berarti suhunya terlalu dingin. Apabila suhunya turun di bawah titik beku, kucing perliharaanmu berisiko tinggi terkena hipotermia jika mereka berada di luar untuk waktu yang lama. 

Terkait suhu dingin yang dirasakan kucing, hal ini bergantung pada bulu dan berat mereka. Misalnya seperti kucing yang tidak berbulu, yang bulunya telah dikucur, atau yang bulunya dicukur di bawah batas. 

Menurutnya, merea tidak boleh berada di luar selama cuaca masih terasa lebih dingin. Bahkan, kucing tanpa bulu biasanya membutuhkan sweater saat di dalam. 

"Kucing yang obesitas kemungkinan dapat menangani suhu dingin lebih baik. Namun, mereka juga akan menjadi lebih lambat. Artinya, mereka akan terpapar oleh bahaya lain,” kata Arpino. 

Sama halnya dengan bulu dan berat badan, penyakit pada kucing juga memengaruhi tingkat ketahanan mereka pada suhu dingin. Kucing dengan kondisi medis tertentu berisiko terkena hipotermia.   

Kucing penderita penyakit endokrin seperti hipertiroidisme, misalnya, mereka biasanya sensitif terhadap suhu dingin. 

"Kucing dengan penyakit apa pun, termasuk penyakit ginjal, jantung, kanker, dan lain-lain, tidak boleh diizinkan untuk keluar rumah dalam cuaca apa pun,” imbuh Arpino. 

Menurut VCA Hospitals, suhu tubuh normal kucing berada di antara 37-38 derajat celsius. 

Menurut Arpino, kucing dapat dibawa ke ruangan yang hangat jika hanya merasa dingin. Sementara untuk kucing yang dibiarkan di luar ruangan dalam suhu di bawah 7 derajat celsius, mereka harus dibalut oleh handuk hangat, dan segera dibawa ke rumah sakit hewan untuk perawatan lebih lanjut. [**]
 

Berita Lainnya

Index